Beberapa perusahaan sekarang menggunakan bordir pada seragam kerjanya untuk membuat seragam terlihat lebih resmi. Bordir yang dibuat juga harus memiliki standar sendiri sehingga terlihat menarik dan tetap terlihat professional. Menarik saja tentu tidak cukup, bordir juga harus memiliki kualitas yang baik dari berbagai segi agar selama pemakaian bordir tidak merusak pakaian. Lalu apa sebenarnya hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat membuat logo bordir pada seragam?
Desain
Yang pertama tentu saja adalah pemilihan desain yang tepat. Desain untuk seragam harus dibuat dengan perhitungan bahwa ketika dibuat dalam ukuran kecil, logo masih dapat terlihat, tidak terlalu padat sehingga membuat kain jadi ikut berkerut. Ketika dibuat dalam ukuran kecil untuk diletakan di saku dada atau di lengan, misalnya, beberapa desain justru terlihat terlalu padat dan saling tumpang tindih sehingga terlihat tidak jelas. Desain yang akan dipakai untuk membuat logo bordir haruslah dibuat dengan penghitungan yang tepat agar ketika ukurannya diubah, desain tidak ikut berubah.
Penghitungan tusukan juga penting saat membuat desain logo. Terlalu padat akan membuat hasil bordiran kaku dan keras, menarik serat-serat kain dan membuatnya cepat merusak pakaian. Sementara desain bordir yang terlalu longgar tidak bisa bertahan lama pada pakaian. Bordiran akan mudah lepas dari jahitannya, tercerabut dan rusak.
Maka saran terbaik adalah dengan mempercayakan pembuatan desain logo kepada perusahaan bordir yang berkompoten. Dengan begitu bordir akan tampak lebih rapi dan berkualitas.
Pemilihan benang
Benang jadi komponen paling penting pada saat membuat bordir terutama bordir logo perusahaan. Pemilihan benang terdiri dari banyak kriteria mulai dari kualitas tampilan sampai daya tahannya sendiri ketika digunakan sebagai benang bordir. Mari kita bahas satu persatu.
Dari segi tampilan benang bordir harus terlihat cerah dan berwarna tegas. Beberapa benang akan kehilangan warnanya setelah sering terkena panas matahari, terkena berbagai bahan kimia atau warna yang luntur saat proses pencucian. Ini akan membuat tampilan bordir jadi kusam dan tidak menarik.
Untuk mendapatkan bordir dengan tampilan yang cerah tidak selalu harus menggunakan benang metalik atau benang sutera. Beberapa benang seperti polyester misalnya memiliki kilap yang cukup bagus, tidak cepat luntur dan tidak akan bleeding pada saat pencucian. Ini penting tentu saja, benang yang mudah bleeding akan merusak pakaian secara keseluruhan. Jadi kualitas benang dan pewarnaan yang bagus menjadi prioritas utama ketika memilih benang untuk bordir.
Benang untuk bordir juga harus benang yang kuat karena selama proses pengerjaan benang akan mengalami berbagai penarikan, bergesekan antara serat kain dan jarum. Ketika benang yang dipilih bukan benang yang kuat, benang akan jadi rapuh dan tidak bisa bertahan lama ketika digunakan. Bordiran jadi mudah terurai atau malah putus setelah beberapa kali pemakaian. Tentu saja ini tidak dianggap pilihan benang yang baik.
Benang yang bagus untuk bordiran juga jenis benang kuat dan cepat kering. Karena merupakan kumpulan benang, terkadang bordiran kering lebih lama dibandingkan kain pada pakaian sehingga bisa saja muncul jamur yang merusak benang karena terlalu lembab.
Jadi pastikan memilih benang bukan hanya benang yang murah dan memiliki warna yang dibutuhkan, tetapi memang benang berkualitas yang bisa bertahan lama pada pakaian.
Baca juga: MODEL SERAGAM KERJA FORMAL




