Memilih jarum
Salah satu komponen penting ketika mengerjakan bordir dengan mesin bordir adalah memilih jarum yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Ada begitu banyak jarum bordir yang tersedia untuk kebutuhan mesin bordir. Ada beragam pilihan jarum tersedia di toko, mulai dari 65/9, 80/12, 70/10 dan ada pula istilah sharp, ballpoint, ceramic, titanium dan masih banyak lagi. Untuki memahami lebih jelas tentang jarum bordir dan menemukan yang sesuai untuk mesin bordir, artikel ini akan menjelaskan.
Jenis jarum
Sharp adalah salah satu jenis jarum bordir yang harus dikenali. Sharp point biasa disebut juga dengan jarum biasa. Bagian ujung jarum ini dapat menembus kain dengan sangat mudah. Jarum dengan ujung sharp didesain khusus untuk kain yang ditenun. Kekurangannya hanya tidak bisa digunakan pada material rajutan karena dapat memotong serat benang di dalamnya dan benang rajutan menjadi terurai. Setelah dicuci biasanya rajutan kain akan terurai karena tidak lagi terikat.
Jenis benang lainnya adalah ballpoint yang merupakan kebalikan dari sharp point. Bagian ujung jarum ini melingkat dan secara spesifik memang dimaksudkan untuk memisahkan benang pada rajutan bukan membuat lubang pada kainnya. Tetapi perlu diperhatikan, memasang jarum ini pada mesin bordir untuk kain tenunan akan membuat kain berkerut karena ujungnya yang tumpul.
Yang terakhir adalah jarum ESB atau universal yang tidak seperti jarum pada umumnya. Ujung jarum ini seperti ujung pada jarum ballpoint dengan ujung yang lebih ramping. Disebut juga benang universal karena dapat dipasangkan pada mesin bordir untuk membordir baik itu kain rajutan atau kain tenun dengan sama bagusnya.
Ukuran jarum
Nomer jarum memiliki dua angka, di depan dan di belakang. Angka yang pertama adalah angka yang menggambarkan ukuran jarum. Semakin tinggi angkanya maka semaking besar diameter ujung jarum tersebut.
Angka yang kedua adalah angka yang menggambarkan ukuran diameter jarum dikalikan 100 untuk menghilangkan angka desimal. Jadi misalnya 9 berarti jarum tersebut memiliki diameter 0.09mm. secara umum semakin halus bahannya semakin tipis jarum yang harus digunakan.
Misalnya saja 3 ukuran jarum yang paling sering digunakan adalah 65/9, 75/11, dan 80/12.
Jarum ukuran 65/9 adalah jarum yang ideal untuk digunakan pada kain ringan seperti sutera, satin dan nylon. Sedangkan jarum 75/11 adalah yang paling umum digunakan sebagai jarum bordir. Jarum ukuran ini memiliki daya cengkram yang kuat dan jejak yang kecil (lubang hasil tusukan jarum). Terakhir jarum ukuran 80/12 bisa digunakan untuk kain tebal sepergi kulit, beludru, canvas, denim dan vinyl.




