Sebagai komponen yang paling utama terlihat dari kualitas bordir, memilih benang juga tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memutuskan menggunakan benang yang mana. Warna, jenis dan berat benang menentukan bagaimana pada akhirnya benang tersebut menghasilkan bordir yang sesuai keinginan. Menentukan pilihan benang sangat bergantung pada desain dan proses digitalisasi desain tersebut sebelum masuk mesin bordir. Banyak desain yang salah karena pada saat proses digitalisasi tidak diatur sesuai dengan benang yang akan digunakan. Untuk lebih jelasnya bagaimana menentukan benang yang akan digunakan, berikut adalah penjelasannya.
Warna dan jenis benang
Ketika akan memilih benang yang pertama harus diperhatikan warna apa saja yang harus digunakan dan apakah terdapat jenis benang khusus yang harus dipakai. Digitizer yang telah ahli biasanya yang menggunakan kesempatan ini untuk mencoba desain tersebut dengan benang khusus yang memang harus digunakan. Mengapa? Karena desain yang membutuhkan benang khusus harus mendapat beberapa penyesuaian pada saat proses digitalisasi tersebut. Tetapi jika menggunakan benang dengan jenis yang berbeda, maka hasilnya mungkin tidak akan sesuai keinginan. Misalnya saja mengganti benang metalik dengan benang bordir biasa akan merubah keseluruhan bordir. Pada beberapa bagian mungkin akan terlihat benang yang terlalu longgar atau malah terlalu padat. Dengan mengganti benang khusus ke benang bordir biasa juga bisa menyebabkan panjang pendek jahitan menjadi berubah. Hasilnya tentu saja akan banyak benang putus akibat digitalisasi yang tidak tepat.
Ukuran benang
Selain jenisnya perhatikan pula ukuran benang bordir yang akan digunakan. Semakin tinggi angkanya akan semakin tipis benang tersebut. Benang dengan berat 60 wt akan lebih tipis dibandingkan benang dengan berat 40 wt.
Umumnya mereka menggunakan benang dengan ukuran 40 wt dengan benang rayon atau polyester. Secara teknis sebenarnya tidak terlalu terasa perbedaan antara benang yang tebal dengan yang tipis, tapi tetap saja jangan sampai mengabaikan pentingnya membeli benang yang sesuai dengan kebutuhan. Benang dengan berat 35 wt yang digabung akan memberi hasil bordir yang lebih tebal. Namun kadang-kadang hal tersebut dapat diganti dengan benang ukuran 40 wt.
Warna, jenis, dan ukuran benang bordir memiliki peran besar untuk menentukan hasil bordir semaksimal mungkin. Sehingga sebaiknya pahami proses desain dan lakukan digitalisasi sesuai dengan benang yang akan digunakan.
Baca juga: PRODUK BORDIR YANG SAAT INI SEDANG BANYAK DIBUTUHKAN KONSUMEN




